Minggu, 27 Mei 2012

menjadi karyawan apa pengusaha


Setelah lulus kuliah saya akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian. Mencari pengalaman dalam pekerjaan. mencari   penglaman usaha dengan cara magang di beberapa restoran maupun di perusahaan lainnya. Sebelum  membuka usaha sebaiknya belajar dulu dari orang yang telah sukses dan berpengalaman.  Belajar bagaimana cara membuka usaha yang benar yang sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan perkembangan yang ada
Pertama-tama yang akan saya lakukan ketika ingin membuka usaha adalah mengumpulkan uang terlebih dahulu untuk modal usaha. Tetepkan ingin membuka usaha apa. Sesuaikan denga kemampuan dan keahlian yang dipunya. Sebelum  membuka usaha sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang seudah berpengalaman dalam bidang usaha. Bisa dengan cara bertanya langsung ke orannya, mencari dari media elkotonik maupun media cetak.  Modalnya pertama-tama dengan cara menyesisikan dari gaji . selanjutnya ketika sudah berkembang dan dikenal masyarakat cari investor yang ingin berbagung dengan perusahaan kita.  Selanjutnya membuka usaha dari yang kecil dahulu. Mencari lokasi yang strategis dan sesuai dengan usaha yang akan dibuka.
Tetepakan tujuan pemasarannya dengan jelas dan tujuan usaha yang matang. Ketika perusahaan kita sudah berkembang, jagalah kepercayaan dari masyarakt sekitar maupun dari investor.  Ketika perusahaan turun harus berani mengambil resiko ketika usaha ya tidak berkembang sesuai dengan harapan. Tetapi harus tau bagaimana cara mengembangkan usahanya kembali. Harus tetap semangat ketika  usaha ya lagi pasang urut.  Harus tau bagaimana mencari peluang usaha yang bagus yang sesuai dengan selera masyarakat sekitar.   Sebelum membuka usaha, cari usaha apa yang baik dan sesuai dengan kemampuan kita. ketika sudah mulai bisa mulailah kembangkan usaha yang ada. 



Makna sukses


Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari keadaan tidak baik dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini kita akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa kita lihat pada diri kita. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah kita raih, maka kita akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita dan misi hidup kita.
Setiap orang pasti berbeda-beda makna sukses. “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses”. Ada pepatah mengatakan , “ Sukses akan melahirkan sukses yang lain?. Apabila kita sudah belajar dari  melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan,mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yag besar. Dari dengan sukses yang terkecil itu, cepat atau lambat sukses itu yang lebih besar akan menjemput Anda.
Makna sukses menurut saya adalah bagaimana cara menjadi mencari jalan keluar dari masalah yang ada. Jadilah diri sendiri, jangan mudah terpengaruh dengan orang lain. Sukses ada di tangan kita sendiri. Bagaimana cara kita mencapai sukses itu pastilah berbeda-beda. Ada yang hanya berdiam saja, ada yang masih mencari sukses itu apa dan ada yang sudah menemukannya.  Ketika kita hanya berdiam saja apakah sukses itu datang”Tidak”. Sukses harus kita kejar dengan cara usaha yaitu belajar dari kesalahan yang ada, berani mengambil resiko dalam membuka usaha meskipun dengan keahlian yang terbatas. Bukan menjadi hambatan untuk menjadi sukses. Sukse itu ada disekitar kita. Hanya bagaimana kita menjemputnya. Apa kita hanya diam atau menghampirinya.




Ekonomi Kerakyatan

SISTEM EKONOMI KERAKYATAN

succesary.wordpress.com/2008/12/10/sistem-ekonomi-kerakyatan/
Posted on Desember 10, 2008 by succesary

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.
Secara ringkas Konvensi ILO169 tahun 1989 memberi definisi ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat local dalam mempertahan kehidupannnya. Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat local dalam mengelola lingkungan dan tanah
mereka secara turun temurun. Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi sub sisten antara lain pertanian tradisional seperti perburuan, perkebunan, mencari ikan, dan lainnnya kegiatan disekitar lingkungan alamnya serta kerajinan tangan dan industri rumahan. Kesemua kegiatan ekonomi tersebut dilakukan dengan pasar tradisional dan berbasis masyarakat, artinya hanya ditujukan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidup
masyarakatnya sendiri. Kegiatan ekonomi dikembangkan untuk membantu dirinya sendiri dan masyarakatnya, sehingga tidak mengekploitasi sumber daya alam yang ada.
Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternatif dari para ahli ekonomi Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh negara negara berkembang termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan. Penerapan teori pertumbuhan yang telah membawa kesuksesan di negara negara kawasan Eropa
ternyata telah menimbulkan kenyataan lain di sejumlah bangsa yang berbeda. Salah satu harapan agar hasil dari pertumbuhan tersebut bisa dinikmati sampai pada lapisan masyarakat paling bawah, ternyata banyak rakyat di lapisan bawah tidak selalu dapat menikmati cucuran hasil pembangunan yang diharapkan itu. Bahkan di kebanyakan negara negara yang sedang berkembang, kesenjangan sosial ekonomi semakin melebar. Dari pengalaman ini, akhirnya dikembangkan berbagai alternatif terhadap konsep pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi tetap merupakan pertimbangan prioritas, tetapi pelaksanaannya harus serasi dengan pembangunan nasional yang berintikan pada manusia pelakunya.
Pembangunan yang berorientasi kerakyatan dan berbagai kebijaksanaan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dari pernyataan tersebut jelas sekali bahwa konsep, ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat. Dengan kata lain konsep ekonomi kerakyatan dilakukan sebagai sebuah strategi untuk
membangun kesejahteraan dengan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Menurut Guru Besar, FE UGM ( alm ) Prof. Dr. Mubyarto, sistem Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh – sungguhpada ekonomi rakyat Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring ( network ) yang menghubung – hubungkan
sentra – sentra inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya  jejaring pasar domestik diantara sentara dan pelaku usaha masyarakat.
Sebagai suatu jejaringan, ekonomi kerakyatan diusahakan untuk siap bersaing dalam era globalisasi, dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan sistem manajemen yang paling canggih sebagaimana dimiliki oleh lembaga “ lembaga bisnis internasional, Ekonomi kerakyatan dengan sistem kepemilikan koperasi dan publik. Ekomomi kerakyatan sebagai antitesa dari paradigma ekonomi konglomerasi berbasis produksi masal ala Taylorism. Dengan demikian Ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi jaringan harus mengadopsi teknologi tinggi sebagai faktor pemberi nilai tambah terbesar dari proses ekonomi itu sendiri. Faktor skala ekonomi dan efisien yang akan menjadi dasar kompetisi bebas menuntut keterlibatan jaringan ekonomi rakyat, yakni berbagai sentra-sentra kemandirian ekonomi rakyat, skala besar kemandirian ekonomi rakyat, skala besar dengan pola pengelolaan yang menganut model siklus terpendek dalam bentuk yang sering disebut dengan pembeli .
Berkaitan dengan uraian diatas, agar sistem ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, sejumlah agenda konkret ekonomi kerakyatan harus segera diangkat kepermukaan. Secara garis besar ada lima agenda pokok ekonomi kerakyatan yang harus segera diperjuangkan. Kelima agenda tersebut merupakan inti dari poitik ekonomi kerakyatan dan menjadi titik masuk ( entry point) bagi terselenggarakannya system ekonomi kerakyatan dalam jangka panjang = Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya;  Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme ; persaingan yang berkeadilan ( fair competition) ; Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah.;  Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap ; Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan.
Yang perlu dicermati peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi. Artinya, peningkatan kesejahteraan tak lagi bertumpu pada dominasi pemerintah pusat, modal asing dan perusahaan konglomerasi, melainkan pada kekuatan pemerintah daerah, persaingan yang berkeadilan, usaha pertanian rakyat sera peran koperasi sejati, yang diharapkan mampu berperan sebagai fondasi penguatan ekonomi rakyat. Strategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan dibawah pimpinan dan pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal. Yang menjadi masalah, struktur kelembagaan politik dari tingkat Kabupaten sampai ke tingkat komunitas yang ada saat ini adalah lebih merupakan alat control birokrasi terhadap masyarakat. Tidak mungkin ekonomi kerakyatan di wujudkan tanpa restrukturisasi kelembagaan politik di tingkat Distrik. Dengan demikian persoalan pengembangan ekonomi rakyat juga tidak terlepas dari kelembagaan politik di tingkat Distrik. Untuk itu mesti tercipta iklim politik yang kondusif bagi pengembangan ekonomi rakyat. Di tingkat kampung dan Distrik bisadimulai dengan pendemokrasian pratana sosial politik, agar benar-benar yang inklusif dan partisiporis di tingkat Distrik untuk menjadi partner dan penekan birokrasi kampung dan Distrik agar memenuhi kebutuhan pembangunan rakyat.

Minggu, 01 April 2012

Perana Pemuda dan Mahasiswa untuk Kemajuan Bangsa era dulu dan sekarang


PERANAN PEMUDA DAN MAHASISWA UNTUK KEMAJUAN BANGSA (ERA DULU DAN SEKARANG)

          Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan tersebut sangat membanggakan bagi masyarakat apabila menjadi kenyataan. Akan tetapi, realita membuktikan bahwa generasi muda di indonesia sekarang cederung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa yang lebih baik. Karena, dibuktikan dari ke banyaknya kasus yang terjadi pada generasi sekarang antara lain kasus norkoba, kejahatan, pergaulan bebas, banyaknya anak-anak jalanan dan lain-lainnya. Karena kontrol mahasiswa sangat diperlukan dalam menyikapi segala bentuk kebijakan pemerintah indonesia. Keberadaan pemuda tentunya masih sangat diperlukan dalam rangka melanjutkan dan mewujudkan cita-cita bangsa yang sudah sejak lama diperjuangkan oleh para pendahulu negeri ini.
          Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa indonesia mengharapkan peranan pemuda dapat menjadi karakteristik yang baik bagi indonesia. Tentunya dalam mewujudkan cita-cita, banyak permasalahan, tantangan, hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Banyak masalah yang terjadi timbul dari masalah-maslah baru yang tejadi sekarang ataupun yang akan datang dari masa depan nantinya. Dalam menghadapi berbagai masalah yang ada kita harus berkerja sama, gotong royong, dan saling membantu sesama. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi harus juga memikirkan masyarakat sekitar.
          Untuk mencapai kondisi yang baik generasi muda indonesia harus mempunyai jati diri yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Hal ini ditujukan supaya generasi muda era reformasi tidak berpengaruh oleh arus informasi global yang belum tentu bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai leluhur bangsa indonesia. Akan tetapi, pada perkembangan teknologi yang semakin maju generasi muda sekarang belum tentu dapat  memilih-milih yang mana baik atau buruk bagi perkembangan bangsa dan semakin jauh dari nilai-nilai norma yang ada . Mereka, hanya  melihat bahwa teknologi itu sudah berkembangan dan tidak memikirkan dampak bagi masa depan bangsa dan negari ini. Kalo teknologi yang ada tidak dipergunakan dengan baik, maka akan menimbulkan bencana bagi perkembangan bangsa indonesia.
          Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa ini. Tapi, kita tahu bahwa indonesia memiliki banyak orang-orang pintar tapi sedikit memiliki orang-orang pintar bermoral. Akibatnya banyak kerusakan terjadi dimana-mana.  Mereka tidak bisa berpikir mana yang baik untuk bangsa dan negeri ini. Mereka hanya memikirkan diri sendiri tidak pernah memikirkan masyarkat sekitar.  Pada perkembangan teknologi saat ini seharusnya sebagai tolak ukur perkembagan bangsa yang baik.

Rangkuman Bab 3 dan Bab 4


BAB 3
SISTEM EKONOMI INDONESIA
3.1  PENGERTIAN SISTEM
                Sebuah sistem pada dasarnya adalah suatu ”organisasi besar” yang menyalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Kehadiran subjek-subjek (atau objek-objek) semata belumlah cukup untuk membentuk sebuah sistem. Itu baru merupakan himpunan, objek, atau himpunan objek.  Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek (objek) tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut agar serasi.
                Kaidah atau norma dimaksud bisa berupa aturan dan peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, untuk suatu sistem yang menjalin hubungan antarorang.  Sebuah sistem, sesederhana apapun, senantiasa mengandung kadar kompleksitas tertentu. Sebuah sistem adalah jalinan semua itu, mencakup subjek (objek) dan perangkat kelembagaan yang membentuknya.
                Setiap sistem jika diurai lebih rinci pada dasarnya selalu mempunyai atau dapat dipilah menjadi beberapa subsistem, yakni sistem-sistem lebih kecil yang merupakan bagian dari dirinya. Sebaliknya, setiap sistem pada hakekatnya senantiasa merupakan bagian dari sebuah suprasistem, yakni sebuah sistem lebih besar kemana ia (bersama dengan beberapa sistem lain) menginduk.
                Bagaimana perekonomian sebuah negeri berjalan atau  dijalankan, turut dipengaruhi oleh bagaimana politik kekuasaan di negara itu diterapkan, ikut ditentukan oleh bagaimana budaya masyarakat yang membentuk bansa tersebut.
3.2 SISTEM EKONOMI DAN SISTEM POLITIK
                Sistem ekonomi adalah sustu sistem yang mengantur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan, dalam suatu tatanan kehidupan. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal), cara kerja, mekanisme hubungan, hukum dan peraturan-peraturan perekonomian serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis) yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung.
                Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat, sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan. Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya terpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam sustu suprasistem kehidupan masyarakat.
                Sistem ekonomi suatu negara yang berlaku atau diterapkan dinegara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti:
·         Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
·         Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
·         Kadar peranan pemerintah dalam mengantur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
3.3 KAPITALISME DAN SOSIALISME
                Secara garis besar, di dunia ini pernah dikenal du macam sistem ekonomi yang ekstrem, sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi diklaim sebagai milik negara. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”
                Dalam terminologi teori mikroekonomi, sistem ekonomikapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyandarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar, prinsip laissez faire (persaingan bebas), menyakini kemampuan “the invisible band” dalam menuju efisien ekonomi. Mekanisme pasarlah (kekuatan permintaan dan penawaran) yang menurt kalangan kapitalis akan menentukan secara efisien ketiga pokok persoalan ekonomi. Satu hal ini penting untuk dicatat berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital. Sistem ekonomi campuran pada ummnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ketiga.
3.4 PERSAINGAN TERKENDALI
                Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya-sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara. Hal ini, sebagaimana diketahui bersama, diatur dengan tegas oleh Pasal 33Uud 1945. Jadi, secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
                Namun, untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tertentu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi usaha. Pengendalian dimaksud misalanya dengan mengumumkan Daftar Negatif Investasi (DNI).
                Iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbinis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali. Dalam beberapa hal, pemerintah turut bermain dalam perekonomian. Peran sebagai stabilisator dan dinamisator ini dimainkan baik oleh lembaga-lembaga departemental (instansi teknis) pemerintah maupun melalui badan-badan usaha milik negara.
3.5 KADAR KAPITALISME DAN SOSIALISME
                Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi indonesia. Pertama adalah dengan pendekatan faktual struktural, yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah, yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari wkru ke waktu.
                                Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan faktual struktural, dapat digunakan kesamaan Agregat Keynesian yang berumuskan Y=C+I+G+(X-M).

BAB 4
PENDAPATAN NASIONAL, PERTUMBUHAN, DAN STRUKTUR EKONOMI
4.1 KONSEP-KONSEP PENDAPATAN NASIONAL INDONESIA.
                Istilah “pendapatan nasional” dapat berarti sempit dan berarti luas. Dalam arti sempit, “pendapatan nasional” adalah terjemahan langsung dari national income. Sedangkan dalam arti luas, “pendapatan nasional” dapat merujuk ke Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP), atau ke Produk National Bruto (PNB) atau Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP), Produk National Neto (PNN) atau Net National Product (NNP), atau merujuk ke Pendapatan Natsional (PN) alias National Income ((NI).
4.1.1 Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
PDB dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
Menurut pendekatan produksi adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam rangka waktu setahun. Sedangkan menurut pendekatan pendapatan adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahu.
Adapun menurut pendekatan pengeluaran, adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir, meliputi pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan, pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok, pengeluaran konsumsi pemerintah, serta ekspor neto (yaitu ekspor dikurangi impor), dalam jangka wakru setahun.
Produk Nasional Bruto (PNB) adalah produk domestik bruto ditambah pendapatan neto atas faktor luar negeri. Yang dimaksud dengan pendapatan neto atas faktor luar negeri ialah pendapatan atas faktor produksi warga negara indonesia yang dihasilkan di (diterima dari) luar negeri dikurangi pendapatan atas faktor produksi warga negara asing yang dihasilkan di (diperoleh dari) indonesia. Pajak tak langsung neto ialah jumlah seluruh pajak tak langsung yang dipungut pemerintah dikurangi jumlah seluruh subsidi yang diberikan pemerintah.
4.1.2 Metode Penghitungan Pertumbuhan Rill
                PDB,PNB,PNN, dan PN secara umum disebut agregat ekonomi maksudkan angka besaran total yang menunjukan prestasi ekonomi suatu negara atau negari. Dalam hal ini ada tiga metode untuk mengubah angka menurut harga berlaku menjadi angka menurut harga konstan yaitu metode revaluasi , metode ekstrapolasi dan metode deflasi.
                Metode revaluasi dilakukan dengan cara menilai produksi masing-masing tahun dengan menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar. Metode ekstrapolasi dilakukan dengan cara memperbarui (updating) nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan rill dari tahun sebelumnya. Sedangkan metode deflasi dilakukan dengan cara membagi nilai masing-masing tahun dengan harag relatif yang sesuai indeks harga.
4.1.3 Metode Penghitungan Nilai tambah
                Nilai tambah (added value) adalah selisih antara nilai akhir (harga jual) suatu produk dengan nilai bahan bakunya. Nilai tambah yang dihitung menurut harga tahun yang berjalan disebut nilai tambah menurut harga berlaku. Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan terdapat empat macam cara yaitu metode deflasi, metode ekstrapolasi langsung, metode deflasi langsung dan metode deflasi komponen pendapatan. Tiga yang pertama diterapkan dalam perhitungan PDB menurut produksi, sedangkan yang terakhir digunakan dalam perhitungan PDB menurut pendekatan pandapatan.
4.2 PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
                Pendapatan Nasional (Pndalam arti sempit: national income, NI) indonesia pada tahun1993, menurut taksiran Biro Pusat Statistik, sebesar Rp 16,8 triliun. Sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Nasional Bruto (PNB), untuk tahun yang sama, masing-masing Rp 139,6 triliun dan Rp 133,4 triliun.
Kendati pada awal tahun derap pembangunan sempat terganjal oleh dampak resensi dunia, namun kesigapan pemerintah meluncurkan berbagai kebijaksanaan deregulatif berhasil memulihkan situasi pendapatan pemulihan situasi kala itu, tak boleh dilupakan, didukung pula oleh kemantapan . sejak tahun 1984 indonesia mulai berswasembada pangan. Kebutuhan beras, yang merupakan bahan pangan utama, berhasil dipenuhi sendiri.
4.3 PENDAPATAN PERKAPITA DAN KEMISKINAN
                Terhadap India, perekonomian indonesia masih jauh lebih baik. Bukan saja karena pendapatan per kapita yang lebih tinggi, namun juga karena pertumbuhan lebih cepat. Akan tetapi terhadap Cina, keadaan sebaliknya bisa terjadi. Meskipun, sekarang produk nasional bruto per kapita Cina lebih rendah, pertumbuhan mereka akhir-akhir ini                     
                Di samping itu, perbedaan tersebut mencerminkan pula bahwa tingkat pertumbuhan penduduk kita masih cukup tinggi. Tambahan pendapatan nasional tidak sepenuhnya teralokasi kembali kepada “penduduk lama”, sehingga menambah pendapatan dan meningkatkan kemakmuran mereka, melainkan sebagian teralokasi kepada “penduduk baru”.
                Tolok ukur-tolok ukur lain dimaksud misalnya angka harapan hidup (life expectancy), rasio dokter penduduk (doctor population ratio), indeks mutu kehidupan secara fisik (physical quality life of index) dan masih banyak lagi.
                Dalam konteks pembangunan ekonomi, kaum wiraswastawan (enterpreneurs) merupakan kebanggaan nasional. Guna mengurangi kemiskinan maka, selain tindakan nyata melalui program-program pembangunan untuk itu, perlu diciptakan prakondisi yang mendukungnya.
4.4 STUKTUR EKONOMI INDONESIA
                Struktur ekonomi sebuah negara dapat dilihatkan dari berbagai sudut tinjauan yaitu:
1.       Tinjauan makro sektoral
2.       Tinjauan keruangan
3.       Tinjauan penyelenggaran kenegaraan.
4.       Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan.
Tinjauan makro sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial), tergantung pada sektor produksi apa/mana yang menjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkuatan. Berdasarkan tinjauan keruangan (spasial), suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan/tradisional dan berstuktur kekotaan/moderen. Tinjauan penyelengaran kenegaran menjadi perekonomian yang berstruktur etatis, egaliter, atau borjuis. Bisa pula struktur ekonomi dilihat berdasarkan tinjauan birokrasi pengambilan keputusan.
4.4.1  Tinjauan Makro Sektoral
jadi, ditinjau secara makro sektoral struktur ekonomi indonesia sesungguhnya masih dualistis. Sumber mata pencarian utama sebagian besar penduduk masuh sektor pertanian. Semua itu berarti bahwa secara makro sektoral ekonomi indonesia baru bergeser dari struktur yang agraris ke sruktur yang industrial.
4.4.2  Tinjauan lain    
                Berdasarkan tinjauan birokrasi pengambilan keputusannnya, beralasan untuk mengatakan bahwa struktur perekonomian indonesia selama era pembangunan jangka panjang tahap pertama sentralistis.
4.5 KONSEP-KONSEP PENDAPATAN DITINJAU KEMBALI
                Apabila pendapatan nasional yang dumaksud dihitung dengan konsep Gross Domestic Product (GDP) dan biaya lingkungan dilambangkan dengan EC (Environmental Cost), maka secara sederhana GDP. Perbedaan hakiki antara konsep Nilai PPP dengan konsep pendapatan per kapita terletak pada metode penyeragaman satuan mata uangnya.

Kamis, 22 Maret 2012

kenaikan BBM dan tarif dasar listrik pada bulan april 2012


Kenaikan BBM 2012

Kritik
Janganlah menaikan harga hanya sepihak saja.  Lihat rakyat sekitar setuju apa tidak. Kenaikan akan memberatkan rakyat penghasilan rendah, mereka akan semakin sulit. Karena, akan berpengaruh pada harga sembako atau kehidupan sehari-hari.
Contoh :  harga sembako naik, tarif angkot,  sedangkan penghasilan tetap. Sedangkan orang tua memberikan biaya bulan tetap maka mahasiswa/mahasiswi yang kost maka harga kost akan bertambah. Sementara bagi mahasiswa yang tempat tinggal ya yang jauh maka, pengeluarannya akan bertambah. Apabila tarif angkot naik.

Saran
Jika, ingin menaikan harga  BBm maupu harga listrik. Maka sebaiknya perbaikinlah sarana maupun prasarana yang ada. Seperti, gedung sekolah yang masih rusak  maupun layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.  Jangan lah hanya memperhatikan masyarakat penghasilan tinggi saja. Lihat lah ke bawah mereka butuh perhatian dan pertolongan .

Kenaikan tarif dasar  listrik pada bulan April 2012

Kritik
Jangan terlalu tinggi, jika ingin menaikan ya. Mintalah  pendapat masyarakat sekitar. Mereka setuju atau tidak dengan kenaikan yang akan berlaku.  Jangan hanya melihat masyarakat penghasilan tinggi saja.  Lihat juga masyarakat yang pengasilan rendah. Karena, mereka lah yang menderita setiap kenaikan yang akan dilakukan oleh pemerintahan.

Saran
Kalau saya boleh saran kepada pemerintah, sebaiknya apabila ingin menaikkan harga tarif dasar maka pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik lagi. Kembalikan rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah agar negara kita menjadi negara yang maju dan tidak ada lagi masyarakat yang dibawah garis kemiskinan.

Setiap kenaikan bbm maupun kenaikan listrik akan mengikuti harga sembako maupun harga yang lain.  Setiap ada kenaikan pastilah yang menderita adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah.  Sudahkah pemerintah memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar?
  
Subject: { 1eb12_25211663_Putri.Ramadani }